Ahenkara masih bergelantungan pada kusen jendela, ahenkara terus memohon kepada shusima untuk jangan menyakiti dirinya “Tolong bantu aku shusim”
Shusima :” Aku tentu saja akan membantu mu, tapi ini akan terasa sedikit menyakitkan, semua rasa sakit mu akan pergi setelah itu”
Shusima menuangkan minyak di lilin, membuat ahenkara menjerit dan menangis, ahenkara melepaskan tangan sebelahnya pegangannya di kusen jendela, shusima sangat menikmati semua permainannya menyiksa ahenkara