Jumat, 01 Januari 2016

Ashoka 207


Diruang persidangan, semua orang masih berkumpul menyaksikan ashoka di adili oleh yang mulia Bindusar.

Cahru menangis di pengadilan mengatakan dengan sangat jelas bahwa motif ashoka memang ingin membunuh kakaknya shusima.

Ashoka 206


Malam hari, Bindu masih bertanya kepada Ashoka di penjara. 

Ashoka memberikan jawaban kepada ayahnya :”Ayah aku hanya menyelamatkan putri Ahenkara”
Bindu menjadi bertambah penasaran dengan hubungan antara Ashoka dan juga Ahenkara "Kau punya hubungan apa dengan ahenkara ashok?"

Ashoka 205


Malam hari di kerajaan Magadha, di kamar ibu suri Helena, helena sedang senang ia mendapatkan pesan dari Rani Noor, ia juga sangat senang menyadari bahwa Dastan sudah berada dalam kendali Noor.

Noor :”Noor akan segera datang?”

Ashoka 204


Malam hari di istana magadha, semua orang masih bingung dengan sikap ashoka di kamar ahenkara, Bindu menegaskan pada ahenkara di hadapan ashoka dan di hadapan semua orang yang hadir menyaksikan terungkapnya agradoot 

Bindu : “Apa semua itu benar ahenkara?”
ahenkara ketakutan ia melihat adik kecilnya yang terus menangis lalu ahenkara memejamkan matanya dan mengangguk

Ashoka 203

Ahenkara masih bergelantungan pada kusen jendela, ahenkara terus memohon kepada shusima untuk jangan menyakiti dirinya “Tolong bantu aku shusim”
Shusima :” Aku tentu saja akan membantu mu, tapi ini akan terasa sedikit menyakitkan, semua rasa sakit mu akan pergi setelah itu”
Shusima menuangkan minyak di lilin, membuat ahenkara menjerit dan menangis, ahenkara melepaskan tangan sebelahnya pegangannya di kusen jendela, shusima sangat menikmati semua permainannya menyiksa ahenkara

Ashoka 202


Ashoka menyamar menjadi penjual mainan anak-anak, ia mengikuti prajurit dan datang Ke rumah prajurit, prajurit curiga dan merasa ada sesorang yang mengikutinya, ia menengok sekeliling tapi tidak menemuakan siapapun, ia bersembunyi dibalik semak-semak, ashoka mengikuti prajurit sampai ke rumahnya, prajurit mengetuk pintu rumahnya, ahoka memukul prajurit dengan penyamarannya ashoka mengetuk pintu rumah prajurit, istri prajurit membukakan pintu namun ia ragu, ashoka membawakan mainan dan susu, istri prajurit mencurigai kedatangan si pedagang mainan atau ashoka, ashoka menghibur adik kecil ahenkara ia menemukan adik kecil ahenkara terus menangis, ashok meminta istri prajurit membawakan susu yang ia bawa untuk adik kecil atas saran ashoka

Ashoka 201


Ahenkara masih bicara kepada Agradoot di kuil, ahenkara mengatakan kepada Agradoot bahwa shusima sudah mengambil adik kecilnya, ahenkara menjelaskan kepada agradoot/ ashoka bahwa shusima sudah memberikan adik kecilnya kepada seorang prajurit