Dihadapan semua rakyat Magadha, Bindu memberikan isyarat kepada algojo agar eksekusi hukuman mati ashoka di laksanakan, algojo hampir saja menarik tuas dan Ashoka hampir kehilangan nyawanya di tiang gantungan.
Home
All posts
Jumat, 01 Januari 2016
Ashoka 209
Diruang pengobatan, permaisuri dharma masih membujuk cahru yang masih berkeras hati tentang niat baik permaisuri Dharma untuk mengobati Susima
Dharma :”Kau dan aku akan kehilangan putra kita, pikirkanlah untuk menyelamatkan salah satu diantara mereka”
Ashoka 208
Diistana Magadha, semua orang masih bersih tegang.
Bindu berjalan dikoridor istana, ia sangat gelisah dan menyandarkan dirinya pada pilar.
Kilas balik : ketika ia harus menjatuhi ashoka hukuman mati, dan seorang prajurit datang untuk menyampikan bahwa kondisi susima bertambah sekarat
Ashoka 207
Diruang persidangan, semua orang masih berkumpul menyaksikan ashoka di adili oleh yang mulia Bindusar.
Cahru menangis di pengadilan mengatakan dengan sangat jelas bahwa motif ashoka memang ingin membunuh kakaknya shusima.
Ashoka 206
Malam hari, Bindu masih bertanya kepada Ashoka di penjara.
Ashoka memberikan jawaban kepada ayahnya :”Ayah aku hanya menyelamatkan putri Ahenkara”
Bindu menjadi bertambah penasaran dengan hubungan antara Ashoka dan juga Ahenkara "Kau punya hubungan apa dengan ahenkara ashok?"
Ashoka 205
Malam hari di kerajaan Magadha, di kamar ibu suri Helena, helena sedang senang ia mendapatkan pesan dari Rani Noor, ia juga sangat senang menyadari bahwa Dastan sudah berada dalam kendali Noor.
Noor :”Noor akan segera datang?”
Ashoka 204
Malam hari di istana magadha, semua orang masih bingung dengan sikap ashoka di kamar ahenkara, Bindu menegaskan pada ahenkara di hadapan ashoka dan di hadapan semua orang yang hadir menyaksikan terungkapnya agradoot
Bindu : “Apa semua itu benar ahenkara?”
ahenkara ketakutan ia melihat adik kecilnya yang terus menangis lalu ahenkara memejamkan matanya dan mengangguk
Langganan:
Postingan (Atom)