Jumat, 01 Januari 2016

Ashoka 210


Dihadapan semua rakyat Magadha, Bindu memberikan isyarat kepada algojo agar eksekusi hukuman mati ashoka di laksanakan, algojo hampir saja menarik tuas dan Ashoka hampir kehilangan nyawanya di tiang gantungan.

Ashoka 209


Diruang pengobatan, permaisuri dharma masih membujuk cahru yang masih berkeras hati tentang niat baik permaisuri Dharma untuk mengobati Susima

Dharma :”Kau dan aku akan kehilangan putra kita, pikirkanlah untuk menyelamatkan salah satu diantara mereka”

Ashoka 208


Diistana Magadha, semua orang masih bersih tegang. 

Bindu berjalan dikoridor istana, ia sangat gelisah dan menyandarkan dirinya pada pilar. 
Kilas balik : ketika ia harus menjatuhi ashoka hukuman mati, dan seorang prajurit datang untuk menyampikan bahwa kondisi susima bertambah sekarat

Ashoka 207


Diruang persidangan, semua orang masih berkumpul menyaksikan ashoka di adili oleh yang mulia Bindusar.

Cahru menangis di pengadilan mengatakan dengan sangat jelas bahwa motif ashoka memang ingin membunuh kakaknya shusima.

Ashoka 206


Malam hari, Bindu masih bertanya kepada Ashoka di penjara. 

Ashoka memberikan jawaban kepada ayahnya :”Ayah aku hanya menyelamatkan putri Ahenkara”
Bindu menjadi bertambah penasaran dengan hubungan antara Ashoka dan juga Ahenkara "Kau punya hubungan apa dengan ahenkara ashok?"

Ashoka 205


Malam hari di kerajaan Magadha, di kamar ibu suri Helena, helena sedang senang ia mendapatkan pesan dari Rani Noor, ia juga sangat senang menyadari bahwa Dastan sudah berada dalam kendali Noor.

Noor :”Noor akan segera datang?”

Ashoka 204


Malam hari di istana magadha, semua orang masih bingung dengan sikap ashoka di kamar ahenkara, Bindu menegaskan pada ahenkara di hadapan ashoka dan di hadapan semua orang yang hadir menyaksikan terungkapnya agradoot 

Bindu : “Apa semua itu benar ahenkara?”
ahenkara ketakutan ia melihat adik kecilnya yang terus menangis lalu ahenkara memejamkan matanya dan mengangguk